Rabu, 13 April 2016

Domain Name System (DNS)

Pengertian
Domain Name System atau DNS adalah Distribute Database System yang digunakan pada pencarian nama komputer (name resolution) pada rangkaian yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di dalam Internet, seperti Web Browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain ke dalam IP Address.

Kelebihan DNS

  • Mudah; DNS sangat mudah karena user tidak lagi dipersulit untuk mengingat IP Address suatu komputer dan cukup host-name-nya saja.
  • Konsisten; IP Address suatu komputer boleh berubah, tetapi host-name tidak boleh berubah.
  • Sederhana; DNS mudah untuk dikonfigurasi(bagi admin).
Kekurangan DNS
User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain, baik di internet maupun di intranet.

Fungsi DNS
Fungsi daripada DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke dalam IP Address (memetakan nama komputer menjadi IP Address).

Prinsip Kerja
DNS bekerja dengan konsep Server-Client. Sebuah komputer yang menjalankan fungsi Server disebut "DNS Server" atau "Nameserver", sedangkan komputer lain yang meminta penerjemahan dari hostname ke IP Address disebut "DNS Client".

Struktur Hierarki
Struktur Hierarki dari DNS mirip dengan struktur hierarki direktori pada sistem operasi Linux. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur "pohon terbalik" (tree) dimana pada puncaknya disebut sebagai root node. Pada setiap node di dalam tree tersebut memiliki keterangan (label) di dalamnya, seperti .org, .com, .edu, .net, dan lain-lain, yang relatif terhadap puncaknya (parent). Setiap node ini merupakan root dari subtree, atau pada sistem file Linux merupakan root direktori dari sebuah direktori. Pada sistem DNS, hal ini disebut dengan nama domain.

Pengelolaan DNS
Pengelolaan DNS biasanya menggunakan Server terpusat yang disebut sebagai DNS Server atau nameserver yang memiliki wewenang mengelola beberapa nama domain dan mengacu ke beberapa domain lainnya yang juga dikelola oleh DNS Server lain.
Ketika komputer Client meminta informasi IP Address suatu hostname ke DNS Server/nameserver (biasanya lewat port 53), kemudian DNS Server mencoba menerjemahkan berdasarkan Library Resolvernya, apakah hosting yang ditanyakan merupakan nama domain yang dikelola nameserver tersebut. Nameserver ini akan memberi jawaban berdasarkan cache dari data yang pernah ditanyakan sebelumnya dan berhasil dijawab. Jika nameserver belum memiliki jawaban dalam cache-nya, maka nameserver akan melakukan proses recursive resolution, yakni akan bertanya mulai dari root untuk meminta referensi nameserver yang manakah yang merupakan pengelola domain tersebut, hingga menghubungi authoritative nameserver untuk menentukan berapakah IP Address dari hostname yang ditanyakan tersebut. Proses yang sama juga akan dilakukan untuk kebalikannya, yakni klien menanyakan hostname dari suatu IP Address.

Minggu, 10 April 2016

DHCP

DHCP merupakan satu protokol pada jaringan yang dapat memberikan atau meminjamkan IP address terhadap host yang berada dalam satu jaringan secara otomatis. Dalam sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP, untuk memberikan konfigurasi terkait pengalamatan komputer / host harus dilakukan secara manual. Namun tidak demikian jika sudah dipasang DHCP pada jaringan lokal. Pemberian IP address untuk setiap komputer tidak perlu dilakukan secara manual, karena sudah ada sistem yang memegang tanggung jawab tersebut.

DHCP Server
DHCP Server Configuration Protocol (IP address) disediakan oleh server untuk diberikan pada Client yang meminta / me-request IP. IP address yang diberikan ditentukan oleh server. Pemberian jatah IP bisa dilakukan dalam hitungan menit, jam, hari, dan bulan, serta diberikan juga dengan disertai netmask, gateway, dan DNS Server. Semua tergantung daripada pengaturan pada Server.

DHCP Client
Pengannturan protokol IP address dilakukan pada Client, apakah mode static maupun dynamic. DHCP Client meminta Server untuk memberkan IP. Sebelum Client mendapatkan IP dynamic, Client terlebih dahulu me-request ke Server yang ada pada jaringan tersebut, dan Server melakukan pemeriksaan terhadap Client yang meminta IP  dynamic tersebut. Jika sesuai dan diperbolehkan maka Client mendapat IP address yang dikirimkan oleh Server.

Cara kerja DHCP Server/Client Pada Jaringan

1. IP Least Request
Tahap pertama ini merupakan tahap dimana sang Client dalam jaringan meminta IP address yang tersedia pada DHCP Server.

2. IP Least Selection
DHCP Server mendengar Broadcast dari Client yang baru terhubung dalam jaringan tadi. kemudian DHCP Server memberikan penawaran terhadap Client berupa IP address.

3. IP Least Selection
Client memiliki penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan Broadcast dengan message menyetujui permintaan tersebut pada DHCP Server.

4. IP Least Acknowledge
DHCP Server memberi konfirmasi IP kepada  kepada Client dengan sebuah acknowledgement. Kemudian Client melakukan inisialisasi dengan mem-binding nomor IP tersebut dan Client  dapat bekerja pada jaringan tersebut.

Fungsi DHCP

  • Mendistribusikan IP address secara otomatis kepada Client yang terhubung.
  • Memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena IP address diberkan secara otomatis.
  • Selain memberikan IP dynamic, juga bisa memberikan IP static pada Client yang terhubung.
  • Kemudahan dalam proses komunikasi data antarkomputer.
Kelebihan DHCP

  • Memudahkan dalam transfer data pada PC Client lain atau PC Server.
  • Memungkinkan Client menggunakan alamat IP yang tidak bisa dipakai oleh Client lain.
  • Memungkinkan Client menggunakan 1 alamat IP untuk jangka waktu tertentu
  • Menghemat tenaga dan waktu pemberian IP
Kekurangan DHCP

  • Semua pemberian IP tergantung pada Server.
  • Suatu komputer tidak dapat menggunakan IP address yang sama apabila komputer tersebut terputus jaringan dan ada komputer lain yang memakai IP tersebut, mengakibatkan susah dilacak.

Senin, 04 April 2016

SSH, SCP, FTP dan TELNET

1. Secure Shell (SSH)

Secure Shell atau SSH adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login interface, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara 2 jaringan komputer, Komputer-komputer ini terkoneksi melalui saluran aman atau melalui jaringan tidak aman. Server dan Client masing-masing menjalankan SSH Server dan SSH Client.

Aplikasi yang paling terkenal dari protokol ini adalah untuk mengakses ke akun Shell pada sistem operasi pseudo-unix, namun dapat digunakan juga pada Windows. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan protokol remote shell lainnya yang tidak aman.

SSH bekerja pada lapisan ke 7 dalam OSI dan berfungsi mengamankan jalur di dalam network service yang tidak aman dengan menggunakan kriptografi.


2. Secure Copy (SCP)

Secure Copy atau SCP yakni memindahkan atau mentransfer file di dalam komputer local host dengan remote host atau antara 2 remote host secara aman.

SCP merupakan suatu protokol jaringan, menggunakan BSD RCP Protocol sebagai dasarnya, yang memungkinkan untuk mentransfer file di antara komputer di dalam suatu jaringan. SCP menggunakan SSH saat mentransfer data, mekanismenya pun sama, sehingga keamanannya terjamin. Client dapat meng-upload file ke server, dan juga dapat men-download file dari server.


3. File Transfer Protocol (FTP)

File Transfer Protocol atau FTP adalah sebuah protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pengiriman file antara komputer-komputer di dalam suatu jaringan.

FTP merupakan salah satu protokol internet yang paling awal dikembangkan dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan download dan upload file-file komputer antara FTP Client dan FTP Server. FTP Client merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sedangkan FTP Server adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan pada komputer yang merespon perintah dari FTP Client. Perintah-perintah ini dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus pengiriman, meng-upload file ke server, dan men-download file dari server.


4. Telecommunication Network (TELNET)

Telecommunication Network atau TELNET adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada internet atau Local Area Network untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis interaksi teks dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal.

Telnet memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai resiko keamanan. TELNET ditemukan dan dikembangkan pada awal 1969 bersama dengan RFC 854 (awalnya RFC 15) dan distandarisasi sebagai Internet Engineering Task Force (IETF) STD 8, salah satu standar internet pertama.

TELNET merupakan sebuah Client-Server Protocol. Umumnya, protokol ini digunakan untuk menyambungkan ke Transmission Control Protocol (TCP) port no. 23, dan aplikasi TELNET Server digunakan untuk 'mendengar'nya.

Selasa, 29 Maret 2016

Tugas Teori Bahasa & Otomata 30 Maret 2016

Link menuju gambar :

Page 1:
https://sttpln-my.sharepoint.com/personal/yohanes1431233_sttpln_ac_id/_layouts/15/guestaccess.aspx?guestaccesstoken=BEC1mKpnLpJCnCtQOHhtHJ%2bKOQBmks9ENdGZBpffg9M%3d&docid=15294e9112e344db99a872b11929ed62b

Page 2:
https://sttpln-my.sharepoint.com/personal/yohanes1431233_sttpln_ac_id/_layouts/15/guestaccess.aspx?guestaccesstoken=KQ0NTzWSftXPzv8eOk2CH6g8nQ6PmCRZ9NE8JUpMdrs%3d&docid=181d6e7da31504eb598a6d33e77757ee8

Senin, 14 Maret 2016

Warriors of the Net - Petualangan Data Di Dunia Maya


Berselancar di dunia maya atau yang biasa disebut 'Internet' sudah menjadi keseharian mayoritas umat manusia di dunia. Melihat berita, mencari gambar, atau chatting dengan teman di situs jejaring sosial, sudah menjadi aktivitas sehari-hari yang tiada tergantikan.

Namun pernahkah terlintas di benak anda? Saat anda menginputkan suatu alamat website (contoh: www.google.com) kemudian mengaksesnya, mengapa bisa langsung terbuka dan muncul tampilan dari website tersebut? Jawabannya ada di dalam "Warriors of the Net", sebuah film singkat berdurasi kurang lebih 13 menit yang menjelaskan mengenai "perjalanan sang paket data", dimulai saat anda membuka suatu situs hingga terbukanya situs tersebut. "Petualangan" data ini tidaklah mudah, dan penuh dengan rintangan. Terkadang data-data ini dapat mengalami crash, mengakibatkan gagalnya pembukaan suatu situs. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Semua ada di dalam "Warriors of the Net".

Di dalam film tersebut, perangkat yang terlibat meliputi:

1. TCP Packet
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi.

2. UDP Packet
Packet yang digunakan untuk mengirimkan pesan pendek yang disebut datagram antar sesama program dalam jaringan

3. Router
Komputer yang software dan hardwarenya diperuntukkan untuk melakukan routing dan forwarding. Router menyambungkan dua atau lebih subnet.

4. Ping of Death
Packet yang mengandung lebih dari 65,536 byte, yang merupakan jumlah maksimum dari ukuran IP packet. Ping semacam ini dapat mengakibatkan crash pada komputer penerima ping.

5. Router Switch
Suatu alat dalam jaringan yang menghubungkan beberapa segment dalam network.


Petualangan data di mulai ketika anda membuka sebuah alamat suatu situs. Awalnya, data tersebut masih berupa bit-bit yang kemudian dikemas menjadi paket-paket data. Pada setiap paket data diberikan label yang berisi informasi penting seperti alamat pengirim, alamat penerima, jenis paket, serta alamat proxy.

Setelah diberikan label yang berisi informasi penting tersebut, paket data tersebut akan masuk ke dalam jaringan LAN (Local Area Network) dimana di dalam jaringan LAN ini terdapat banyak sekali paket data yang berlalu-lalang. Paket-paket data tersebut seperti TCP packet, UDP packet, ICMP ping packet, sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi collision atau tabrakan antar paket. Untuk menghindari terjadinya collision tersebut maka terdapat Router atau penghala. Router akan membaca alamat pada paket-paket data tersebut dan memindahkan paket-paket tersebut ke alamat yang dituju. Dalam penanganan oleh Router, tidak menutup kemungkinan ada paket data yang hilang.

Setelah melewati Router, kemudian paket data akan dipilah kembali oleh Switch. Cara kerja Switch lebif efisien daripada Router. Fungsi Switch juga sama yaitu memilah paket-paket data untuk dikirim ke alamat tujuanya. Pada tahap selanjutnya paket data akan masuk ke dalam Network Interface dan mengantri untuk melewati Proxy. Proxy berfungsi sebagai perantara untuk mengurangi beban yang ada di jaringan internet. Selain itu Proxy juga berperan dalam keamanan data. Proxy akan membuka setiap paket data yang masuk dan membaca URL di dalamnya. Ketika ditemukan URL yang terlarang maka Proxy akan segera menghancurkan paket data tersebut.

Paket-paket data yang berhasil lolos dari Proxy akan melanjutkan petualangannya. Tidak lama, paket-paket data ini akan melewati Firewall. Firewall berfungsi untuk mencegah paket-paket data yang tidak diinginkan masuk kedalam jaringan perusahaan serta mencegah bocornya data atau informasi rahasia dari perusahaan. Setelah berhasil menembus Firewall, paket-paket data tersebut akan kembali di pilah oleh Router untuk masuk ke dalam Bandwidth yang disediakan. Tidak semua paket data dapat memasuki Bandwidth yang di sediakan. Untuk paket data yang tidak berhasil masuk ke dalam Bandwidth maka akan dikirimkan permintaan untuk pengiriman paket data kembali.

Pada akhirnya paket-paket data tersebut telah sampai pada jaringan Internet. Ketika paket data sampai di alamat yang dituju, paket data harus memasuki Firewall kembali. Di dalam Firewall ini paket data yang berbahaya seperti Ping of Death akan dihancurkan. Firewall akan membuka jalur port. Terdapat beberapa port, contohnya port 25 digunakan untuk email dan port 21 digunakan untuk FTP (File Transfer Protocol). Paket-paket data yang tidak sesuai dengan kriteria port yang di tentukan akan hancur.

Setelah melalui perjalanan yang panjang paket data akan sampai di web server, paket data akan dibuka satu demi satu untuk diambil datanya. Kemudian paket data yang telah kosong akan diisi kembali untuk menyampaikan informasi jawaban kepada si pengirim data. Paket data jawaban tersebut akan melalui proses yang sama untuk sampai ke komputer si pengirim.

Apabila anda ingin melihat videonya, klik disini.

Rabu, 19 November 2014

4 EXPERT, Empat Keahlian Satu Kesuksesan

Apa itu 4expert? Pasti anda penasaran kan? 4expert adalah suatu program komunitas 4 keahlian yang merupakan buah hasil dari program Latihan Pengembangan Potensi Mahasiswa Teknik Informatika STT-PLN (LPPM-TI STTPLN) yang dibentuk oleh kerajaan HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) di bawah Raja Danu atas usulan BPH pendidikan yang dikepalai oleh Bang Fiqi. Komunitas ini dibentuk untuk menaungi mahasiswa Teknik Informatika STTPLN yang telah maupun belum memiliki keahlian khusus di bidang TI.


Di sini saya hanya akan membahas satu dari empat komponen utama 4 expert, yakni Programming Club (PRO-CLUB).

Pemrograman komputer merupakan suatu proses iteratif penulisan dan penyuntingan kode sumber sehingga membentuk sebuah program. Penyuntingan kode sumber meliputi proses pengetesan, analisis, pembetulan kesalahan, pengoptimasian algoritma, normalisasi kode, dan kadang-kadang pengkoordinasian antara programmer satu dengan programmer lainnyajika sebuah program dikerjakan oleh beberapa orang dalam satu tim.

Apa saja yang dilakukan di PRO-CLUB?
  • Membuat algoritma
  • Analisis algoritma
  • Membuat sebuah program
  • Membuat sebuah aplikasi
Dengan menjadi expert di programming, akan jadi apakah kita ke depan?


Dia adalah Amanda Surya, Software Engineer Divisi Developer di Google. Tahukah anda bahwa software engineer Google rata-rata memiliki gaji pokok sebesar 128.336 Dolar AS per tahun? Jika dikonversikan ke dalam rupiah menjadi Rp1,2 milyar per tahun, atau sama dengan Rp100 juta per bulan. Sebuah angka yang tidak kecil.

Tidak hanya PRO-CLUB saja, namun ketiga bagian dari 4expert lainnya (E-WORK, J-CO, dan KADAFI) juga menawarkan kesuksesan.

Untuk mahasiswa STTPLN, tunggu apa lagi? Segeralah bergabung dengan 4expert!